Macam Surat Tilang dan Perbedaannya

Masyarakat umumnya mendengar tentang pelanggaran lalu lintas atau tindakan tilang untuk mereka yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Tetapi beberapa orang masih bingung untuk memahami tindakan tersebut khususnya surat tilang apalagi ada beberapa macam surat tilang yang mungkin membingungkan.

Denda lalu lintas atau tilang ini selalu memusingkan bagi pengguna jalan. Denda dan tuntutan adalah salah satu alasan utama pengguna jalan tentu harus taat dengan peraturan lalu lintas agar tidak berurusan dengan polisi lalu lintas dan juga untuk keselamatan bersama.

Bahkan jika Anda mengemudi dengan dokumen lengkap seperti SIM atau STNK, denda tidak bisa dihindari apabila memang ada pelanggaran lalu lintas. Adanya peraturan lalu lintas yang menghiasi jalan tentu membuat banyak yang ditilang karena banyak pengendara yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas bahkan yang sederhana sekalipun

Tilang sendiri bisa dikatakan sebagai bukti pelanggaran. Tentu saja tugasnya mengundang mereka yang melanggar peraturan lalu lintas untuk diadili di pengadilan khusus. Namun ada banyak alasan sebagian orang yang enggan ditilang sehingga menimbulkan masalah lain yaitu membayar kepada polisi yang menilang.

Jenis Surat Tilang dan Perbedaannya

Surat tilang di Indonesia terdiri dari 5 warna yaitu warna merah, biru, hijau, kuning, dan putih dengan masing-masing penggunaan yang berbeda. Warna merah dan warna biru untuk pelanggar, warna hijau untuk pengadilan, warna kuning untuk arsip polisi, dan warna putih untuk kejaksaan.

Dari 5 jenis sulat tilang di atas yang terbagi berdasarkan warnanya, bisa dilihat bahwa ada 2 jenis surat tilang yang diperuntukkan khusus pelanggar yaitu berwarna merah dan biru. Lalu apa perbedaan keduanya dan warna apa yang harus diminta? Berikut akan dibahas alternatif untuk pembahasan perbedaan surat tilang.

1. Alternatif 1

Ketika Anda mengaku melakukan pelanggaran lalu lintas dan pelanggar kemudian merasa dapat hadir ke pengadilan, maka polisi akan memberikan surat tilang berwarna merah dan akan menyelesaikan perkara pelanggaran lalu lintas tersebut sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh polisi.

Hanya saja, pelanggar seringkali menghindari alternatif ini karena dianggap akan memakan waktu yang lebih lama dan juga proses yang sulit. Hanya saja, denda dengan alternatif ini biasanya akan relatif lebih murah dibandingkan dengan alternatif lainnya.

2. Alternatif 2

Untuk alternatif 2 sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan alternatif 1. Hanya saja, pada alternatif 2, polisi akan memberikan surat tilang berwarna biru kepada pelanggar yang kemudian harus membayarkan denda melalui Bank BRI sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sehingga pelanggar tidak perlu lagi menghadiri sidang.

Hanya saja terkadang ada kekeliruan yang sering terjadi di mana pelanggar berpikir bahwa dia harus melakukan pembayaran denda maksimal. Memang pelanggar akan membayar denda maksimal apabila denda dibayarkan sebelum tanggal sidang yang telah ditentukan. Namun apabila pelanggar telah melewati tanggal sidang yang ditulis pada surat tilang, pelanggar bisa menerima sisa denda yang dibayar melalui Bank BRI.

Hal ini dikarenakan perkara tilang pelanggar telah selesai dan sudah mendapatkan keputusan hakim berupa denda yang kemungkinan tidak sebesar denda maksimal yang telah dibayarkan sebelumnya. Atau apabila pelanggar melakukan pembayaran setelah tanggal sidang, maka bisa langsung melakukan pembayaran sesuai dengan yang ditentukan oleh hakim sesuai dengan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan.

Inilah jenis surat tilang dan perbedaan surat tilang berdasarkan warna surat tilang. Untuk informasi lebih lengkap, Anda juga dapat mengunjungi Seva.id. Seva.id bukan hanya menyediakan layanan jual beli mobil yang lengkap namun juga memiliki kumpulan informasi dan berita mengenai otomotif yang tentunya bermanfaat.